Pelajaran hidup dari bed rest 59 jam...
Ga tau kalau ada yang notice tapi gue udah 'ngilang' dari internet per Senin kemarin.
3 hari terakhir rasanya waktu berjalan lebih lambat.
Dalam 3 hari itu pula gue merenungkan beberapa pilihan hidup yang gue ambil hingga saat ini. Diantaranya:
1 → Bersyukur atas kehadiran Sang Istri
Dalam 59 jam yang intense tersebut, hanya ada 1 orang yang benar-benar naruh perhatian penuh ke gue.
Istri tercinta.

Sambil kerja, istri gue nge-devote seluruh waktunya buat ngerawat gue. All day, all night.
Tell me, kalau gue bisa tau hal ini sebelum nikah dengan istri...
No fucking way.
Yet she showed up. Di saat gue sedang mendidih sambil terlelap, ada istri yang telaten memastikan gue masih stabil.
And here I am right now, walau belum sepenuhnya pulih, tapi gue udah tau kemana akan gue habiskan waktu dan tenaga ketika waktunya tiba.
2 → Rethink the 9-5?
Di masa yang sangat menyulitkan bagi kami, my 9-5 masih aja nongol di handphone gue. Interrupting what could be my perfect rest.
Benar-benar menyedot bandwidth otak gue yang lagi nggak banyak.
Sialnya, masih aja gue jawab.
Satu pertanyaan akan berakar jadi 2, 4, dan seterusnya.
Coba lo bayangin,
Istri gue udah 'cape-cape' terjaga tengah malam untuk memastikan gue masih bernafas.
Datang-datang orang lain seenaknya mengambil kapasitas otak gue tanpa mikirin perasaan istri gue.
Benar-benar di squeeze sampai kering.
***
Singkat cerita, terima atau tidak,
Lo ga akan fully functioning 24×7
Dan value lo akan bervariasi tergantung tingkat kebergunaan lo di mata orang lain.
Namun ada kelompok orang tertentu yang tetap melihat lo 100% di saat orang lain ngeliat lo hanya 20% useful.
Cari orang-orang itu. Katakan:
"I love you, and I am so grateful to have you."
Lalu ubah arah hidup lo, menjadi fokus ngebahagiain mereka.
Hidup terlalu singkat untuk salah memfokuskan perasaan cinta kasih.
Jangan menghabiskan waktu menjauh dari orang-orang yang tulus sama lo, dengan alasan ngebahagiain mereka.
Nangkep ya?
My brain still can't focus.
Mata gue masih berbayang.
Tapi kapan lagi gue bisa appreciate my wife, kalo ga sekarang.
Talk soon,
-fachry
#MayLearnings